Индонезийский Религия
12.08.2026 Читать источник
UIN Raden Mas Said Surakarta превращает модуляцию в религии в академическую культуру
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/UIN-Raden-Mas-Said-Surakarta-moderasi-beragama.jpg)
Университет UIN Raden Mas Said Surakarta обучил 40 преподавателей принципам религиозной умеренности в рамках сотрудничества с Министерством религии. Ректор проф. Тото Сухарто заявил, что толерантность и антинасилие должны стать неотъемлемой частью академической жизни и характера университета.
Перевод ИИ
Текст статьи доступен на языке оригинала.
Нажмите кнопку «Перевести статью» выше, чтобы сгенерировать перевод с помощью ИИ.
Оригинальный контент
UIN Raden Mas Said Surakarta Perkuat Moderasi Beragama, Prof Toto: Harus Jadi Budaya Akademik
UIN Raden Mas Said Surakarta memperkuat moderasi beragama dengan melatih 40 dosen agar nilai toleransi dan anti-kekerasan menjadi budaya kampus.
Ringkasan Berita:
- UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar Pelatihan Penguatan Moderasi Beragama bagi 40 dosen pada 11–13 Agustus 2026.
- Kegiatan ini merupakan kolaborasi dengan Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan dan Moderasi Beragama Kementerian Agama.
- Pelatihan diarahkan agar moderasi beragama tidak sekadar menjadi materi, tetapi tumbuh sebagai budaya akademik melalui keteladanan, toleransi, anti-kekerasan, dan penghargaan terhadap keberagaman.
TRIBUNNEWS.COM - Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta terus meneguhkan komitmennya menjadi salah satu pusat penguatan moderasi beragama melalui Pelatihan Penguatan Moderasi Beragama bagi dosen.
Kegiatan yang berlangsung 11–13 Agustus 2026 dan diikuti 40 dosen ini merupakan kolaborasi UIN Raden Mas Said Surakarta dengan Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan dan Moderasi Beragama Kementerian Agama.
Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof Toto Suharto mengatakan, moderasi beragama tidak semestinya ditempatkan sebagai program yang berdiri sendiri, melainkan harus menjadi bagian dari budaya akademik dan karakter kelembagaan perguruan tinggi.
"Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai dan menghargai keberagaman. Karena itu, moderasi beragama harus hadir dalam proses pendidikan, penelitian, pengabdian, maupun dalam kehidupan sehari-hari di kampus," ujar Prof. Toto.
Ia menilai kampus memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi yang mampu menghadapi kompleksitas kehidupan sosial.
Mahasiswa tidak cukup hanya dibekali kemampuan akademik dan profesional, tetapi juga perlu memiliki kemampuan berdialog, menghargai perbedaan, menolak kekerasan, serta menjaga komitmen kebangsaan.
Pandangan tersebut sejalan dengan arah pelatihan yang menempatkan dosen sebagai pelopor dan penggerak moderasi beragama.
Peserta dibekali berbagai materi, mulai dari analisis sosial, konsep moderasi beragama, wawasan kebangsaan, strategi penguatan moderasi hingga penyusunan desain program. Total terdapat 10 mata pelatihan dengan 30 jam pembelajaran.
Baca juga: UIN Raden Mas Said dan Al-Amanah Singapura Dorong Tradisi Tadabbur Al-Qur’an di Kalangan Santri
Perwakilan Pusbangkom Manajemen, Kepemimpinan dan Moderasi Beragama Kementerian Agama dalam kesempatan tersebut juga menekankan pentingnya penguatan kapasitas aparatur dan tenaga pendidik dalam membangun ekosistem moderasi beragama.
Perguruan tinggi dinilai memiliki peran penting karena menjadi ruang pembentukan cara berpikir dan karakter generasi muda.
Penguatan moderasi, menurut perwakilan Pusbangkom, tidak cukup dilakukan melalui penyampaian materi.
Diperlukan keteladanan, pembiasaan, serta kemampuan menerjemahkan nilai-nilai moderasi dalam kehidupan nyata.
Dengan posisi dosen sebagai pendidik sekaligus figur yang berinteraksi langsung dengan mahasiswa, dampak program diharapkan dapat meluas dari ruang kelas ke masyarakat.
Ketua Panitia, Bakhrul Amal mengatakan penguatan moderasi beragama harus bergerak dari konsep menuju praktik.
"Dosen adalah salah satu simpul penting. Apa yang dilakukan dan diteladankan dosen di kampus akan ikut membentuk cara mahasiswa melihat perbedaan, memahami keberagaman, dan merespons persoalan sosial," katanya.
Penguatan moderasi beragama juga memiliki dimensi yang lebih luas dalam agenda Sustainable Development Goals (SDGs).
Аналитика ИИ и парсинга
Технические детали обнаружения, сопоставления и связывания статьи
Поисковый запрос
«UIN Raden Mas Said Surakarta религиозная умеренность»
Запрос, сгенерированный ИИ для поиска статьи в веб-источниках
Связанные результаты поиска
Результаты поиска отсутствуют в БД
Парсер не сохранил результаты веб-поиска для этой статьи.