Индонезийский Правосудие
03.09.2026 Читать источник
Трое обвиняемых по делу о фиктивных страховых выплатах BPJS Ketenagakerjaan предстанут перед судом

В четверг в суде по делам коррупции начались слушания по делу троих обвиняемых, которые подозреваются в нанесении государству ущерба на сумму 24,55 миллиарда рупий через схему фальсификации страховых выплат. Бывший директор компании и сотрудники фонда BPJS Ketenagakerjaan обвиняются в создании поддельных документов и получении незаконных средств за период с 2014 по 2024 год.
Перевод ИИ
Текст статьи доступен на языке оригинала.
Нажмите кнопку «Перевести статью» выше, чтобы сгенерировать перевод с помощью ИИ.
Оригинальный контент
Jakarta (ANTARA) - Tiga terdakwa kasus dugaan korupsi klaim fiktif program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan tahun 2014-2024, menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor pada PN Jakpus, Kamis.
Ketiga terdakwa dimaksud, yakni mantan HRD PT Mitra Adi Perkasa sekaligus Direktur PT Empat Enam Sejahtera Renu Arinta Shani serta mantan staf bagian verifikasi klaim pada BPJS Ketenagakerjaan Sri Listiani dan Sayoko Adi Nugroho.
"Sidang Sayoko dan kawan-kawan agenda tuntutan," kata Juru Bicara PN Jakpus Andi Saputra kepada wartawan.
Berdasarkan Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jakpus, sidang tuntutan akan digelar pukul 09.00 WIB di ruang Wirjono Projodikoro 2, dipimpin oleh Hakim Ketua I Wayan Yasa.
Dalam kasus tersebut, ketiganya didakwa merugikan keuangan negara senilai Rp24,55 miliar, lantaran secara tanpa hak telah menerima hasil pencairan 391 pengajuan klaim JKK BP Jamsostek tahun 2014 sampai 2024 yang telah direkayasa untuk digunakan bagi kepentingan pribadi.
Dengan demikian, kerugian negara disebabkan lantaran Renu telah menerima hasil pencairan klaim fiktif sebesar Rp16,34 miliar, Sri senilai Rp5,94 miliar serta Sayoko menerima Rp1,63 miliar.
Sejak 2014 sampai dengan 2024, Renu diduga telah menyusun berbagai dokumen pengajuan klaim JKK yang direkayasa dengan cara meminjam dokumen berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP), kartu kepesertaan BP Jamsostek hingga buku rekening karyawan perusahaan.
Penyusunan dilakukan dengan cara meminta pihak percetakan untuk memasukkan kelengkapan berbagai dokumen dimaksud serta dokumen lain, seperti kuitansi rumah sakit dengan nilai pembayaran yang telah dinaikkan sesuai keinginan Renu.
Atas uang pembayaran klaim JKK yang direkayasa agar masuk ke rekening peserta BP Jamsostek, Renu langsung menghubungi para peserta tersebut dan memintanya untuk melakukan transfer dana ke rekening atas namanya sebesar 75 persen.
Kemudian, atas dana yang masuk ke rekening Renu, dilakukan transfer ke rekening Sri sebesar 25 persen dari klaim JKK yang dibayarkan.
Sementara itu, Sayoko disebut tetap memproses pengajuan klaim JKK fiktif yang dibawa oleh Renu, di mana Sayoko, selagi bertugas melakukan verifikasi klaim JKK, tetap menyatakan hasil verifikasi telah lengkap dan memenuhi syarat.
Hal itu dilakukan dengan menghitung jumlah klaim JKK yang ada dalam kuitansi pembayaran rumah sakit tersebut seolah-olah sudah benar, sesuai dengan kenyataannya, meskipun Sayoko telah mengetahui ketidakbenarannya.
Atas perbuatannya, ketiga terdakwa terancam pidana yang diatur dalam Pasal 603 juncto Pasal 20 huruf C jo. Pasal 126 ayat (1) KUHP Nasional atau Pasal 3 jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.
Baca juga: Tiga terdakwa kasus BPJS Ketenagakerjaan rugikan negara Rp24,55 miliar
Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Аналитика ИИ и парсинга
Технические детали обнаружения, сопоставления и связывания статьи
Поисковый запрос
«коррупция BPJS Ketenagakerjaan фиктивные страховые выплаты суд»
Запрос, сгенерированный ИИ для поиска статьи в веб-источниках
Связанные результаты поиска
В Москве в суд направлено дело о хищении 97 млн рублей страховых выплат за фиктивные медуслуги. О начале следствия в июне прошлого года сообщала официальный представитель МВД России Ирина Волк. Преступная группа из семи человек действовала через подконтрольные частные клиники с 2021 года.
Взятки, их получение и передача, коррупция, вымогательство, коммерческий подкуп, откаты, поборы ...
Свежие новости коррупции сегодня: громкие дела, должностные преступления и расследования.