Индонезийский Экология
06.07.2026 Читать источник
Повышение температуры в Боджо: урбанизация и Эль-Ниньо усиливают эффект «острова тепла»
/data/photo/2025/08/25/68ac0138a4ea3.png)
Среднесуточная температура в Боджо достигла 32–34 градусов, что значительно превышает климатическую норму из-за сочетания глобального потепления и феномена Эль-Ниньо. Эксперты связывают резкий рост жары с урбанизацией и сокращением зеленых зон, призывая власти и жителей к активному озеленению территорий.
Перевод ИИ
Текст статьи доступен на языке оригинала.
Нажмите кнопку «Перевести статью» выше, чтобы сгенерировать перевод с помощью ИИ.
Оригинальный контент
BOGOR, KOMPAS.com - Suhu udara di Bogor belakangan terasa lebih panas menyengat dibandingkan biasanya. Bahkan suhu siang hari mencapai 32-34 derajat Celsius, padahal secara klimatologis wilayah ini dikenal memiliki suhu rata-rata sekitar 25,5–27 derajat celsius.
Artinya wilayah Bogor tak lagi se-adem dulu lagi. Julukan sebagai "Kota Hujan" pun mulai terasa berbeda dari kenyataan di lapangan.
Dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University, Dr Givo Alsepan menjelaskan penyebabnya. Menurutnya, kenaikan suhu di Bogor merupakan hasil kombinasi banyak faktor mulai dari fenomena iklim global, pemanasan global, hingga perubahan tutupan lahan akibat pesatnya urbanisasi.
Baca juga: BMKG Peringatkan El Nino Kuat, Ini Daftar Wilayah Bali yang Masuk Siaga Kekeringan
"Suhu udara rata-rata di wilayah Bogor berkisar antara 25,5 hingga 27 derajat Celsius. Namun, dalam periode tertentu kondisi tersebut dapat berubah akibat pengaruh fenomena iklim global terutama El Nino-Southern Oscillation (ENSO)," ujar Givo melalui keterangannya, Senin (6/7/2026).
ENSO merupakan fenomena interaksi laut dan atmosfer di Samudra Pasifik tropis yang terdiri atas dua fase, yakni El Nino dan La Nina. Hal ini pula yang menjadi salah satu pemicu cuaca lebih panas saat ini karena berkembangnya fenomena ENSO di Samudra Pasifik tropis.
Ketika El Nino terjadi, sambung Givo, suhu permukaan laut di Pasifik bagian tengah dan timur menjadi lebih hangat sehingga pusat pembentukan awan bergeser ke arah timur Pasifik. "Dampaknya, pasokan uap air ke Indonesia berkurang dan curah hujan cenderung menurun," kata Dr Givo Alsepan.
Baca juga: El Nino Mengancam hingga Oktober, Pemprov Lampung Siapkan 1.200 Irigasi Perpompaan
Ia menjelaskan, El Nino yang saat ini berkembang diperkirakan akan berlangsung hingga akhir 2026. Pergeseran pembentukan awan dari wilayah Indonesia menuju Pasifik menyebabkan tutupan awan berkurang sehingga lebih banyak radiasi matahari mencapai permukaan bumi.
Kondisi tersebut membuat masyarakat Bogor merasakan suhu udara lebih panas dibandingkan kondisi normal. Apalagi, Bogor dikenal sebagai Kota Hujan dengan udara sejuk.
Meski demikian, Givo menegaskan El Nino hanya menjadi pemicu dalam jangka pendek. "Di balik itu, terdapat persoalan yang lebih besar, yakni perubahan iklim global yang menyebabkan tren suhu terus meningkat dari tahun ke tahun," ujarnya.
Baca juga: BMKG: El Nino Kuat Berdampak ke Samarinda, Warga Diimbau Hemat Air
Berdasarkan data klimatologi, kata dia, suhu rata-rata tahunan di wilayah Bogor menunjukkan tren peningkatan yang konsisten sejak sekitar 1990 hingga saat ini. Pola tersebut sejalan dengan kenaikan suhu rata-rata bumi akibat pemanasan global.
"Perubahan iklim dapat dikatakan menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya suhu udara di Bogor. Jika tidak ada upaya mitigasi yang serius, tren pemanasan ini akan terus berlanjut," kata Givo.
Selain faktor global, perubahan bentang alam di Bogor turut memperparah kondisi tersebut. Berkurangnya ruang terbuka hijau dan semakin luasnya kawasan terbangun memicu fenomena urban heat island atau pulau panas perkotaan.
Baca juga: Hadapi El Nino, Pemerintah Permudah Penebusan Pupuk Subsidi Petani Bangkalan
Mengutip penelitian Nurwanda dan Honjo (2018), Givo menyebut ekspansi kawasan perkotaan di Bogor berlangsung sangat cepat, terutama pada periode 1997–2007.
Akibatnya, perbedaan suhu antara kawasan perkotaan dan pinggiran kota meningkat dari sekitar 1,36 derajat Celsius pada 1990 menjadi hampir 2,26 derajat Celsius pada 2017.
Menurut dia, pembangunan perkotaan yang tidak diimbangi perlindungan ruang hijau akan semakin memperkuat dampak perubahan iklim di tingkat lokal.
Karena itu, ia mendorong masyarakat ikut melakukan penghijauan lingkungan dan menerapkan bangunan yang lebih adaptif terhadap panas.
Baca juga: Dampak El Nino, 4 Kecamatan di Ngawi Terancam Krisis Air Bersih
Di sisi lain, pemerintah daerah perlu memperkuat tata ruang berbasis iklim serta memperluas ruang terbuka hijau.
"Pohon merupakan solusi alami yang efektif untuk menurunkan suhu udara, mengurangi efek urban heat island, sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan," Givo.
kondisi ini menunjukkan bahwa pembangunan perkotaan yang tidak diimbangi dengan perlindungan ruang hijau akan semakin memperkuat dampak perubahan iklim di tingkat lokal. Karena itu, menjaga tutupan vegetasi harus menjadi bagian dari strategi pembangunan kota.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Аналитика ИИ и парсинга
Технические детали обнаружения, сопоставления и связывания статьи
Поисковый запрос
«причины повышения температуры в Боджо влияние Эль-Ниньо урбанизация»
Запрос, сгенерированный ИИ для поиска статьи в веб-источниках
Связанные результаты поиска
Результаты поиска отсутствуют в БД
Парсер не сохранил результаты веб-поиска для этой статьи.