Индонезийский Медицина
06.07.2026 Читать источник
Воспаление сосудов выявлено как скрытый фактор риска инфарктов и инсультов у пациентов с сердечно-сосудистыми заболеваниями

Глобальное исследование POSEIDON показало, что хроническое воспаление кровеносных сосудов сохраняется у значительной части пациентов с атеросклерозом и болезнями почек, даже при стандартном лечении. Эксперты отмечают, что этот фактор теперь учитывается в международных клинических рекомендациях для разработки новых методов профилактики.
Перевод ИИ
Текст статьи доступен на языке оригинала.
Нажмите кнопку «Перевести статью» выше, чтобы сгенерировать перевод с помощью ИИ.
Оригинальный контент
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peradangan atau inflamasi pada pembuluh darah masih menjadi faktor yang meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke pada pasien penyakit kardiovaskular, meski telah menjalani terapi sesuai standar. Kondisi ini menunjukkan masih adanya celah dalam penanganan penyakit jantung yang selama ini lebih berfokus pada pengendalian kolesterol, tekanan darah, dan gula darah.
Temuan tersebut terungkap dalam studi global POSEIDON yang melibatkan 18.904 pasien di 18 negara selama periode 2023 hingga 2025. Studi menunjukkan sekitar dua dari lima pasien penyakit kardiovaskular aterosklerotik yang juga mengalami penyakit ginjal kronis memiliki inflamasi kardiovaskular. Temuan serupa juga ditemukan pada pasien gagal jantung.
Inflamasi kardiovaskular merupakan peradangan pada pembuluh darah yang umumnya tidak menimbulkan gejala. Namun, apabila berlangsung dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko serangan jantung maupun stroke.
Di Indonesia, penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian terbesar. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan penyakit kardiovaskular menyumbang sekitar 30 persen dari total kematian nasional sehingga diperlukan upaya pencegahan dan pengelolaan yang lebih komprehensif.
Senior Vice President sekaligus Chief Medical Officer Novo Nordisk Filip Knop mengatakan hasil studi tersebut memperlihatkan bahwa inflamasi masih menjadi sumber risiko yang belum sepenuhnya tertangani.
"Studi POSEIDON menunjukkan inflamasi kardiovaskular merupakan sumber risiko yang signifikan dan tetap berlanjut pada pasien dengan penyakit kardiovaskular aterosklerotik serta penyakit ginjal kronis atau gagal jantung, meskipun telah menerima terapi sesuai standar perawatan saat ini," kata Filip.
Menurut dia, pemahaman mengenai inflamasi menjadi penting untuk mendukung pengembangan terapi yang mampu menjawab kebutuhan medis yang selama ini belum terpenuhi.
Senior Consultant Department of Cardiology National Heart Centre Singapore Carolyn S.P. Lam mengatakan inflamasi bukan lagi dipandang sebagai faktor sekunder dalam penyakit jantung.
"Temuan ini mengubah cara kita memandang risiko kardiovaskular residual serta menegaskan potensi terapi antiinflamasi yang sedang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan medis yang belum terpenuhi," ujar Carolyn.
Studi tersebut juga mencatat inflamasi kardiovaskular diukur menggunakan kadar high-sensitivity C-reactive protein (hsCRP) sebesar minimal 2 miligram per liter. Pemeriksaan darah ini kini menjadi biomarker yang umum digunakan untuk mengidentifikasi risiko inflamasi pada pasien penyakit kardiovaskular.
Sejalan dengan perkembangan bukti ilmiah tersebut, sejumlah pedoman klinis internasional dari European Society of Cardiology (ESC), American Heart Association (AHA), dan American College of Cardiology (ACC) mulai memasukkan peningkatan kadar hsCRP sebagai salah satu indikator dalam penilaian risiko penyakit kardiovaskular dan penentuan strategi pencegahan yang lebih intensif.
Аналитика ИИ и парсинга
Технические детали обнаружения, сопоставления и связывания статьи
Поисковый запрос
«инфламация сосудов риск инфаркта и инсульта у пациентов с сердечно-сосудистыми заболеваниями»
Запрос, сгенерированный ИИ для поиска статьи в веб-источниках
Связанные результаты поиска
Результаты поиска отсутствуют в БД
Парсер не сохранил результаты веб-поиска для этой статьи.