Индонезийский Финансы
15.08.2026 Читать источник
Госпитальная сеть Siloam планирует купить 14 объектов недвижимости за 6,91 трлн рупий

Компания PT Siloam International Hospitals Tbk намерена в два этапа приобрести 14 предприятий, владеющих недвижимостью своих больниц, у фонда First REIT. Общая стоимость сделки оценивается в 6,91 трлн рупий, что требует одобрения акционеров на внеочередном собрании.
Перевод ИИ
Текст статьи доступен на языке оригинала.
Нажмите кнопку «Перевести статью» выше, чтобы сгенерировать перевод с помощью ИИ.
Оригинальный контент
Bisnis.com, JAKARTA — PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) berencana mengakuisisi saham 14 perusahaan pemilik properti rumah sakit yang selama ini dioperasikan perseroan dari entitas anak First Real Estate Investment Trust (First REIT), dengan perkiraan nilai transaksi mencapai Rp6,91 triliun.
Manajemen SILO dalam keterbukaan informasi Jumat (14/8/2026) menyebutkan transaksi tersebut akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama mencakup akuisisi 100% saham pada delapan perusahaan, sedangkan tahap kedua mencakup enam perusahaan yang akan dilaksanakan apabila pemegang opsi jual mengeksekusi haknya.
"Total nilai rencana transaksi ditetapkan sebesar Rp6,91 triliun. Nilai tersebut berasal dari nilai properti yang menjadi objek transaksi tahap pertama sebesar Rp5,12 triliun dan tahap kedua Rp3,88 triliun, setelah dikurangi komitmen belanja modal serta penyesuaian aset dan liabilitas bersih sebesar Rp2,09 triliun," jelas manajemen SILO.
Rencana transaksi tersebut tergolong transaksi material karena nilainya setara dengan 67,57% dari ekuitas SILO per 31 Maret 2026 yang mencapai Rp10,23 triliun. Oleh karena itu, perseroan wajib memperoleh persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang direncanakan digelar pada 22 September 2026.
Pada tahap pertama, 8 perusahaan yang akan diakuisisi memiliki properti Siloam Hospitals Sriwijaya Palembang, Siloam Hospitals Purwakarta, Siloam Hospitals Lippo Village, Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Siloam Hospitals Denpasar, Siloam Hospitals Kupang, Siloam Hospitals Baubau, dan Siloam Hospitals Manado.
Sementara itu, tahap kedua mencakup 6 aset seperti Siloam Hospitals Labuan Bajo, Siloam Hospitals TB Simatupang, Siloam Hospitals Makassar, Mochtar Riady Comprehensive Cancer Centre (MRCCC), Siloam Hospitals Lippo Cikarang, dan Siloam Hospitals Yogyakarta. Untuk Yogyakarta, SILO akan mengakuisisi 100% saham Seri A atau setara 31,7% dari modal ditempatkan dan disetor PT Yogya Central Terpadu.
Baca Juga
Manajemen SILO menjelaskan akuisisi tersebut merupakan langkah strategis karena 14 rumah sakit yang menjadi objek transaksi selama ini merupakan aset yang disewa perseroan dari entitas anak First REIT.
Dalam struktur sewa saat ini, beban sewa terdiri atas sewa dasar dan komponen variabel yang dikaitkan dengan pendapatan rumah sakit, sehingga peningkatan kinerja rumah sakit turut meningkatkan beban sewa.
Melalui akuisisi, SILO menilai perseroan dapat memperoleh kendali penuh atas aset, menyelaraskan strategi aset dengan strategi klinis, serta mengoptimalkan pemanfaatan dan pengembangan infrastruktur rumah sakit.
"Dari sisi keuangan, transaksi juga diharapkan membuat SILO lebih banyak menangkap manfaat dari peningkatan kinerja rumah sakit sekaligus mengurangi eksposur terhadap kenaikan biaya sewa dan risiko perpanjangan kontrak," paparnya.
Dari sisi pendanaan, laporan keuangan proforma SILO per 31 Maret 2026 menunjukkan adanya penambahan utang bank jangka panjang sebesar Rp8,88 triliun setelah transaksi. Pada saat yang sama, kas dan setara kas tercatat turun Rp12,39 miliar menjadi Rp1,19 triliun.
Dampak transaksi terhadap kinerja keuangan proforma juga menunjukkan pendapatan SILO meningkat dari Rp3,28 triliun menjadi Rp3,32 triliun untuk periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret 2026. Namun, kenaikan beban keuangan dari Rp36,33 miliar menjadi Rp175,51 miliar membuat laba bersih proforma turun dari Rp293,57 miliar menjadi Rp250,46 miliar.
Meski demikian, penilai independen KJPP Budi, Edy, Saptono, dan Rekan (KJPP BEST) menyatakan transaksi tersebut wajar. Nilai pasar seluruh objek transaksi diperkirakan Rp6,62 triliun, sekitar 4,40% lebih rendah dibandingkan nilai transaksi Rp6,91 triliun dan masih berada dalam batas kewajaran yang ditetapkan.
Direksi dan Dewan Komisaris SILO juga menyatakan transaksi tersebut merupakan kepentingan terbaik perseroan dan seluruh pemegang saham setelah mempertimbangkan syarat transaksi, pendapat penilai independen, serta manfaat yang diharapkan.
Аналитика ИИ и парсинга
Технические детали обнаружения, сопоставления и связывания статьи
Поисковый запрос
«Siloam Hospitals недвижимость First REIT»
Запрос, сгенерированный ИИ для поиска статьи в веб-источниках
Связанные результаты поиска
Результаты поиска отсутствуют в БД
Парсер не сохранил результаты веб-поиска для этой статьи.