Индонезийский Экология
06.07.2026 Читать источник
Ученые превратили угольные карьеры в Танахлауте в центр выращивания сорго
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Anton-Kuswoyo-sukses-mengembangkan-sorgum-di-Tala-termasuk-memanfaatkan-lahan-gersang.jpg)
Исследование доцента Политехнического института Танахлаут показало, что восстановление почв с помощью местных удобрений позволяет успешно выращивать сорго на бывших угольных шахтах. Эта технология открывает новые перспективы для развития сельского хозяйства и животноводства в регионе Калимантан.
Перевод ИИ
Текст статьи доступен на языке оригинала.
Нажмите кнопку «Перевести статью» выше, чтобы сгенерировать перевод с помощью ИИ.
Оригинальный контент
Berita Tanahlaut
Riset Dosen di Tanahlaut Ini Ungkap Lahan Bekas Tambang di Tala Berpeluang Jadi Sentra Sorgum
Anton menjelaskan, selama ini lahan bekas tambang dikenal memiliki tingkat keasaman tinggi, miskin unsur hara, serta sulit ditanami.
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Ratino Taufik
BANJARMASINPOST.CO.ID,PELAIHARI - Ribuan hektare lahan bekas tambang batubara yang selama ini identik dengan tanah tandus ternyata menyimpan peluang baru bagi sektor pertanian.
Melalui penelitian yang dilakukan dosen Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) Anton Kuswoyo, lahan pascatambang terbukti dapat dimanfaatkan untuk membudidayakan sorgum, tanaman yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan pangan sekaligus pakan ternak.
Temuan tersebut dinilai membuka harapan baru bagi pemanfaatan lahan reklamasi di Kabupaten Tanahlaut (Tala) dan daerah lain di Kalimantan Selatan yang memiliki kawasan pascatambang cukup luas.
Anton menjelaskan, selama ini lahan bekas tambang dikenal memiliki tingkat keasaman tinggi, miskin unsur hara, serta sulit ditanami. Namun kondisi tersebut bukan berarti tidak dapat diperbaiki.
"Dengan teknologi rehabilitasi tanah yang tepat, lahan bekas tambang masih memiliki peluang besar menjadi lahan pertanian yang produktif," ujarnya, Senin (6/7/2026).
Penelitian dilakukan di lahan reklamasi pascatambang batubara PT Arutmin Indonesia Tambang Asamasam, Kabupaten Tanahlaut.
Dalam riset tersebut, Anton menggunakan kombinasi bahan pembenah tanah berupa asam humat, dolomit, dan kompos untuk memperbaiki kualitas tanah.
Hasilnya, tanah yang sebelumnya tandus berangsur membaik sehingga mampu mendukung pertumbuhan tanaman sorgum.
Biomassa yang dihasilkan cukup tinggi dan berpotensi dimanfaatkan sebagai hijauan pakan ternak sapi maupun kambing.
Tidak hanya itu, Anton juga menilai sorgum layak dikembangkan sebagai komoditas masa depan.
Selain tahan terhadap kondisi lahan yang kurang subur, bijinya dapat dimanfaatkan sebagai pangan alternatif, sedangkan batang dan daunnya bernilai ekonomi sebagai pakan ternak.
Menurutnya, pengembangan sorgum dapat menjadi salah satu solusi dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung sektor peternakan di Kalimantan Selatan.
Baca juga: Kalsel Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla, Gubernur: Kondisi Masih Aman
Dalam penelitian tersebut, Anton juga mengembangkan formulasi pembenah tanah berbahan lokal, model rehabilitasi lahan menggunakan pupuk nitrogen dan fungi mikoriza arbuskula.
Juga menguji tiga varietas sorgum, yakni Bioguma-2, Samurai-1, dan Samurai-2, untuk mengetahui varietas yang paling adaptif di lahan pascatambang.
Rangkaian penelitian itu kemudian menjadi disertasi yang dipertahankan pada Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Studi Ilmu Nutrisi dan Pakan IPB University pada Selasa lalu. Sekaligus mengantarkan Anton meraih gelar doktor.
Аналитика ИИ и парсинга
Технические детали обнаружения, сопоставления и связывания статьи
Поисковый запрос
«использование земель бывших угольных шахт для выращивания сорго в Таанлауте»
Запрос, сгенерированный ИИ для поиска статьи в веб-источниках
Связанные результаты поиска
Результаты поиска отсутствуют в БД
Парсер не сохранил результаты веб-поиска для этой статьи.