Индонезийский Финансы
02.09.2026 Читать источник
Marubeni преодолела кризис и банкротство после масштабной реструктуризации
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Marubeni-Corporation12.jpg)
Японская торговая компания Marubeni, ранее потерявшая 239 миллиардов йен и стоявшая на грани банкротства, успешно восстановила финансовое положение благодаря реформам. Под руководством нового президента Akira Omoto корпорация вернулась к прибыльности и нацелилась на укрепление позиций на глобальном рынке.
Перевод ИИ
Текст статьи доступен на языке оригинала.
Нажмите кнопку «Перевести статью» выше, чтобы сгенерировать перевод с помощью ИИ.
Оригинальный контент
Pernah Merugi 239 Miliar Yen, Marubeni Berhasil Bangkit dari Krisis
Marubeni pernah nyaris bangkrut, sahamnya jatuh ke 58 yen dan rugi 239 miliar yen. Restrukturisasi mengubah nasib perusahaan Jepang ini
Ringkasan Berita:
- Marubeni Corporation pernah berada di ambang kebangkrutan setelah skandal Lockheed dan krisis aset bermasalah membuat keuangannya tertekan
- Pada 2001, perusahaan membukukan kerugian luar biasa 239 miliar yen dan harga saham anjlok hingga 58 yen
- Restrukturisasi A PLAN, perbaikan keuangan, dan perubahan kepemimpinan kemudian membawa Marubeni kembali mencetak laba
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO — Marubeni Corporation kini dikenal sebagai salah satu perusahaan perdagangan umum atau sogo shosha terbesar di Jepang yang memiliki jaringan bisnis global. Namun, perusahaan tersebut pernah mengalami masa kelam hingga masuk dalam daftar perusahaan yang terancam bangkrut.
"Perubahan kepemimpinan disebut menjadi salah satu faktor penting dalam transformasi organisasi Marubeni," ungkap sumber Tribunnews.com Rabu (2/9/2026).
Tahun lalu, Akira Omoto ditunjuk sebagai presiden baru setelah melampaui 14 pejabat senior lainnya dalam jenjang kepemimpinan perusahaan.
Di bawah kepemimpinan baru, Marubeni tidak hanya ingin mempertahankan posisinya sebagai perusahaan perdagangan umum, tetapi juga menargetkan diri menjadi perusahaan berdaya saing global.
Namun, sebelum mencapai kondisi saat ini, Marubeni pernah disebut oleh kalangan industri sebagai “perusahaan dagang yang benar-benar sudah tamat.
Baca juga: Jepang Gelar Latihan Perdana Hadapi Gempa Besar Palung Jepang–Kuril
Pernah Menjadi Bagian dari Tiga M
Direktur redaksi majalah bisnis Keizaikai, Norio Seki, mengatakan pada awal 1970-an Marubeni pernah disejajarkan dengan Mitsubishi Corporation dan Mitsui & Co.
Ketiga perusahaan itu dikenal sebagai “Three M” atau Tiga M karena nama mereka sama-sama diawali dengan huruf M dan mendominasi sektor perdagangan umum Jepang.
Posisi Marubeni kemudian merosot setelah keterlibatannya dalam jalur transaksi yang dikenal sebagai “Marubeni Route” pada skandal Lockheed terungkap pada 1970-an.
Skandal tersebut merusak kepercayaan publik dan menyebabkan kinerja perusahaan mengalami penurunan tajam.
Pada 1990-an, di bawah kepemimpinan Presiden Iwao Toriumi, Marubeni melakukan reformasi organisasi dan memperluas kepentingan minyaknya di Indonesia. Upaya tersebut secara bertahap meningkatkan kinerja perusahaan.
Namun, pemulihan itu tidak berlangsung lama. Setelah pecahnya gelembung ekonomi Jepang, Marubeni terlambat menangani kredit dan aset bermasalah hingga kembali menghadapi ancaman kebangkrutan.
Umumkan Kerugian Luar Biasa 239 Miliar Yen
Krisis Marubeni mencapai puncaknya pada 8 November 2001 ketika perusahaan mengumumkan program restrukturisasi besar yang diberi nama “A PLAN”.
Program itu mencatat kerugian luar biasa sebesar 239 miliar yen. Nilainya sangat besar jika dibandingkan dengan ekuitas perusahaan pada akhir Maret 2001 yang hanya mencapai 342,3 miliar yen.
Аналитика ИИ и парсинга
Технические детали обнаружения, сопоставления и связывания статьи
Поисковый запрос
«Marubeni реструктуризация банкротство прибыль»
Запрос, сгенерированный ИИ для поиска статьи в веб-источниках
Связанные результаты поиска
Результаты поиска отсутствуют в БД
Парсер не сохранил результаты веб-поиска для этой статьи.