Индонезийский Культура
06.07.2026 Читать источник
Из Пурвокерто: автодидакт создал аквариумный дизайн на 100 млн рупий
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Tribun-Jateng-Hari-Ini-Selasa-7-Juli-2026.jpg)
Местный мастер аквариумного дизайна Херу Сулистьяван, начавший обучение самостоятельно в Джакарте, вернулся на родину и реализовал крупный проект стоимостью 100 миллионов рупий. Несмотря на трудности пандемии, он продолжает развивать свое дело в местном рыбном рынке, создавая сложные системы освещения и фильтрации.
Перевод ИИ
Текст статьи доступен на языке оригинала.
Нажмите кнопку «Перевести статью» выше, чтобы сгенерировать перевод с помощью ИИ.
Оригинальный контент
Tribunjateng Hari ini
Perajin Aquascape Purwokerto Ini Belajar Autodidak, hingga Akhirnya Ciptakan Desain Idaman
Heru Sulistiawan, gambaran perjuangan seorang perajin aquascape yang memilih pulang kampung demi mewujudkan mimpinya.
Penulis: Moh Anhar | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Di balik deretan akuarium dan tanaman air yang tertata rapi di Pasar Ikan Hias Mina Restu Purwokerto, tersimpan kisah perjuangan seorang perajin aquascape yang memilih pulang kampung demi mewujudkan mimpinya.
Namanya Heru Sulistiawan, warga Karanglesem, Purwokerto Selatan.
Berbekal hobi yang ditekuni sejak berada di Jakarta pada 2007, ia kini dikenal sebagai salah satu pembuat aquascape di Purwokerto yang pernah dipercaya mengerjakan proyek bernilai hingga Rp 100 juta.
Namun, perjalanan menuju titik itu tidak selalu mulus.
Pandemi Covid-19 sempat membuat usahanya nyaris kolaps. Kini, Heru memilih bangkit perlahan dengan hanya mengerjakan pesanan pelanggan demi menghindari risiko kerugian.
Heru menuturkan, dirinya mulai menempati Pasar Ikan Hias Mina Restu sejak 2013, tepat ketika para pedagang dipindahkan dari Jalan Ahmad Yani. Ia menjadi salah satu pedagang yang merintis pasar tersebut sejak awal beroperasi.
Sebelum kembali ke Purwokerto, Heru sempat tinggal di Jakarta. Di sanalah ketertarikannya terhadap dunia aquascape bermula.
Awalnya ia hanya sering berkunjung ke pasar ikan dan melihat berbagai tanaman air yang tumbuh di dalam akuarium.
Karena memiliki dasar di bidang dekorasi, rasa penasaran itu berkembang menjadi sebuah hobi. Ia kemudian membeli akuarium sendiri dan belajar secara otodidak.
"Saya belajar sendiri. Awalnya sering gagal. Tanamannya mati, desainnya tidak jadi, sampai membuat waterfall atau efek air terjun pasir juga berkali-kali gagal. Di YouTube memang banyak tutorial, tapi ketika dipraktikkan ternyata tidak semudah yang dibayangkan," ujarnya kepada TribunJateng.com, beberapa waktu lalu.
Dari kegagalan demi kegagalan itu, Heru terus bereksperimen. Ia mencari cara mengatasi kebocoran pipa, mengatur sistem sirkulasi air, hingga menemukan formula pencahayaan dan filtrasi yang tepat agar tanaman air dapat tumbuh optimal.
Berbekal pengalaman tersebut, ia akhirnya memberanikan diri mewujudkan cita-cita yang selama ini hanya menjadi angan-angan.
"Saya dulu hanya berpikir, suatu saat ingin pulang ke Purwokerto dan bisa jualan ikan. Alhamdulillah sekarang bisa terwujud," katanya.
Keahlian yang dibangun selama bertahun-tahun itu akhirnya mengantarkannya mengerjakan berbagai proyek di luar Banyumas.
Salah satu proyek paling berkesan baginya adalah saat dipercaya membuat instalasi aquascape, kolam, sekaligus vertical garden di perumahan Raffles, Baturraden pada 2025 dengan nilai mencapai Rp 100 juta.
Аналитика ИИ и парсинга
Технические детали обнаружения, сопоставления и связывания статьи
Поисковый запрос
«aquascape Purwokerto Heru Sulistiawan»
Запрос, сгенерированный ИИ для поиска статьи в веб-источниках
Связанные результаты поиска
Результаты поиска отсутствуют в БД
Парсер не сохранил результаты веб-поиска для этой статьи.