Индонезийский Криминал
06.07.2026 Читать источник
В Индонезии раскрыта схема мошенничества под видом курсов китайского языка
/data/photo/2020/09/05/5f538fc13641d.jpg)
В индонезийском округе Сукохаржо шесть человек стали жертвами мошенников, которые обманом заставили их оплатить обучение китайскому языку. После получения доверия подозреваемые начали предлагать жертвам сомнительные инвестиционные программы с обещанием высоких доходов.
Перевод ИИ
Текст статьи доступен на языке оригинала.
Нажмите кнопку «Перевести статью» выше, чтобы сгенерировать перевод с помощью ИИ.
Оригинальный контент
Penulis
SUKOHARJO, KOMPAS.com - Dugaan penipuan berkedok kursus bahasa Mandarin di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, menyeret sedikitnya enam korban dari berbagai daerah.
Para korban mengaku awalnya tergiur mengikuti kursus, tetapi belakangan menyadari telah menjadi korban setelah berbagai janji yang diberikan tak kunjung terealisasi.
Kasus tersebut kini telah dilaporkan ke Polres Sukoharjo. Para korban juga meminta kepolisian segera meningkatkan penanganan perkara ke tahap penyidikan karena khawatir terduga pelaku meninggalkan Indonesia.
Berikut kronologi dugaan penipuan berkedok kursus bahasa Mandarin di Sukoharjo berdasarkan kesaksian para korban.
Korban berinisial PF mengaku pertama kali mengetahui kursus tersebut dari promosi di Instagram.
Iklan itu menawarkan biaya belajar yang lebih murah dibandingkan lembaga kursus lain.
Sebelum mendaftar, PF mendatangi lokasi kursus di Sukoharjo untuk memastikan kegiatan belajar benar-benar berlangsung. Terduga pelaku juga menunjukkan sertifikat CV saat ditanya mengenai legalitas lembaga.
"Karena tempatnya ada, orangnya jelas, dan pelaku menunjukkan legalitas perusahaan, saya percaya. Awalnya proses belajar juga berjalan normal," ujar PF, dikutip dari Tribun Solo, Senin (6/7/2026).
PF kemudian membayar biaya kursus sebesar Rp 7,7 juta setelah mendapat potongan harga dari tarif awal sekitar Rp 12 juta.
Baca juga: Viral Penipuan Bukti Transfer Palsu di Denpasar, Pelaku Ditangkap Korban Usai Dijebak
Korban lainnya, H, warga Medan, mengatakan terduga pelaku tidak langsung menawarkan investasi maupun peluang kerja.
Pelaku lebih dulu membangun kedekatan dengan para peserta. Mereka kerap diajak makan bersama, jalan-jalan, hingga diperlakukan layaknya keluarga.
"Pelaku pintar mengambil hati para murid. Kami sering diajak makan, jalan-jalan, bahkan diperlakukan seperti keluarga. Karena itu kami percaya dengan semua program yang ditawarkan," kata H.
Menurut H, kedekatan tersebut membuat para peserta tidak menaruh curiga terhadap berbagai program yang kemudian ditawarkan.
Baca juga: Dugaan Penipuan Berkedok Pembangunan KDMP di Gunungkidul
Setelah mendapat kepercayaan peserta, terduga pelaku mulai menawarkan berbagai program di luar kursus bahasa Mandarin.
H mengaku ditawari investasi pembukaan cabang kelas daring di Jakarta dengan janji keuntungan Rp 5 juta per bulan.
Аналитика ИИ и парсинга
Технические детали обнаружения, сопоставления и связывания статьи
Поисковый запрос
«мошенничество под видом курсов китайского языка в Сукахаржо»
Запрос, сгенерированный ИИ для поиска статьи в веб-источниках
Связанные результаты поиска
Результаты поиска отсутствуют в БД
Парсер не сохранил результаты веб-поиска для этой статьи.