Индонезийский Общество
12.08.2026 Читать источник
Шеф-повар Юсуф Ибн Хаджар: от помощника в 1998 году до генерального директора F&B в Банджармасине
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Yusuf-Ibnu-Hajar-Executive-Chef-Swiss-Belhotel-Borneo-Banjarmasin.jpg)
Более 20 лет опыта в индустрии питания позволили Юсуфу Ибн Хаджару вырасти от помощника повара в отеле Shangri-La до исполнительного шефа Swiss-Belhotel Borneo. В интервью он подчеркивает, что современный шеф-повар должен сочетать кулинарное мастерство с навыками лидерства, стратегического управления и постоянного профессионального развития.
Перевод ИИ
Текст статьи доступен на языке оригинала.
Нажмите кнопку «Перевести статью» выше, чтобы сгенерировать перевод с помощью ИИ.
Оригинальный контент
Sukses Story
Belajar, Memimpin dan Berkembang
Lebih dari dua dekade berkecimpung di dunia Food & Beverage, membawa Yusuf Ibnu Hajar melewati perjalanan karier yang panjang
Penulis: Salmah | Editor: Kamardi Fatih
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Lebih dari dua dekade berkecimpung di dunia Food & Beverage, membawa Yusuf Ibnu Hajar melewati perjalanan karier yang panjang. Dimulai sebagai Daily Worker Cook Helper di Shangri La Hotel Surabaya pada 1998, ia kini dipercaya sebagai Executive Chef Swiss-Belhotel Borneo Banjarmasin.
Berbagai posisi telah dijalaninya, mulai dari cook, Chef de Partie, Executive Sous Chef, Executive Chef, hingga F&B Director dan General Operation Manager.
Pengalamannya pun tidak hanya di hotel, tetapi juga mencakup restoran, catering, MICE, hingga food service rumah sakit. Bagaimana perjalanan kariernya, berikut petikan wawancaranya.
Bagaimana awal Chef Yusuf terjun ke dunia kuliner?
Perjalanan saya dimulai pada 1998 ketika saya bekerja sebagai Daily Worker-Cook Helper di Shangri-La Hotel Surabaya. Saat itu saya belajar dari hal-hal yang paling dasar.
Dari sana saya mulai memahami, bekerja di dapur bukan hanya soal memasak, tetapi juga tentang disiplin, ketelitian, kerja sama tim dan konsistensi menjaga standar.
Dari posisi awal tersebut, bagaimana perjalanan karier Chef kemudian berkembang?
Saya menjalani berbagai posisi di dunia Food & Beverage. Saya pernah menjadi Senior Cook, Grill Cook, Chef de Partie, kemudian berkembang ke posisi manajerial dan Executive Chef.
Saya juga mendapat kesempatan menangani berbagai proyek pre-opening dan mengelola operasional di beberapa kota. Setiap posisi memberikan pengalaman yang berbeda dan menjadi proses pembelajaran bagi saya.
Apa pengalaman yang paling memberikan tantangan dalam perjalanan Chef?
Satu dari tantangannya adalah ketika tanggung jawab mulai berkembang dari sekadar memastikan makanan tersaji dengan baik menjadi bagaimana mengelola sebuah tim dan operasional secara keseluruhan.
Saya pernah bertanggung jawab terhadap tim yang cukup besar, termasuk saat menjadi F&B Director dengan 44 staf dan menangani beberapa outlet, meeting room serta ballroom berkapasitas hingga 1.500 orang.
Pengalaman lainnya adalah ketika menangani operasional food service yang melayani lebih dari 1.000 paks per hari. Situasi seperti ini mengajarkan saya pentingnya perencanaan, kontrol kualitas, food cost dan koordinasi tim.
Chef tidak hanya berkarier di hotel. Apa pengalaman di luar industri perhotelan yang paling berkesan?
Saya pernah dipercaya menjadi Executive Chef Corporate di Hermina Hospital Group. Di sana saya bertanggung jawab terhadap 78 staf di enam unit kitchen hospital dan cafe. Kebutuhan konsumennya juga sangat beragam, mulai dari karyawan, pasien VVIP, dokter hingga cafe.
Pengalaman tersebut memberikan perspektif yang berbeda mengenai pentingnya konsistensi, keamanan pangan, dan standar dalam penyediaan makanan.
Apa yang Chef pelajari dari perjalanan berpindah-pindah posisi dan industri?
Saya belajar, menjadi seorang chef bukan hanya tentang kemampuan memasak. Semakin tinggi tanggung jawab, semakin besar pula peran dalam memimpin orang, mengelola biaya, menyusun strategi, menjaga kualitas, dan memahami kebutuhan tamu.
Karena itu, menurut saya, seorang chef harus terus belajar dan mengikuti perkembangan.
Bagaimana Chef melihat peran seorang Executive Chef saat ini?
Executive Chef bukan hanya orang yang berada di dapur. Ada tanggung jawab terhadap tim, kualitas produk, operasional, biaya, revenue, hingga kepuasan tamu.
Saat ini di Swiss-Belhotel Borneo Banjarmasin, saya bertanggung jawab terhadap 24 staf F&B Product serta beberapa fasilitas F&B, termasuk Swiss Café dengan kapasitas 250 tempat duduk, Swiss Terrace Pool Café, Jukung Lobby Lounge, dan kebutuhan MICE di empat meeting room dengan kapasitas 50-300 pax.
Apa prinsip yang selalu Chef pegang dalam bekerja?
Bagi saya, standar dan konsistensi adalah hal yang sangat penting. Makanan yang baik harus didukung dengan proses yang baik.
Karena itu, selain kualitas produk, saya juga memperhatikan SOP, food cost, kebersihan, pengembangan tim, dan bagaimana setiap anggota tim memahami tanggung jawabnya.
Chef juga memiliki sejumlah sertifikasi. Seberapa penting pendidikan dan pelatihan bagi seorang chef?
Sangat penting. Dunia Food & Beverage terus berkembang. Kita tidak bisa hanya mengandalkan pengalaman.
Saya pernah mengikuti pelatihan Food Safety Management System atau HACCP pada 2017, kemudian mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2015 dan ISO 22000:2018 pada 2025, serta National Certification Profession dari BNSP pada 2026.
Bagi saya, belajar adalah bagian dari perjalanan karier.
Аналитика ИИ и парсинга
Технические детали обнаружения, сопоставления и связывания статьи
Поисковый запрос
«Юсуф Ибн Хаджар шеф-повар генеральный директор F&B Банджармасин»
Запрос, сгенерированный ИИ для поиска статьи в веб-источниках
Связанные результаты поиска
Вакансия Директор F&B в компании Босиком. Зарплата: до 200000 ₽ за месяц. Москва. Требуемый опыт: 3-6 лет. Занятость: полная. Дата публикации: 28.07.2026.