Индонезийский Медицина
02.09.2026 Читать источник
Японские ученые разработали программу для борьбы с одиночеством и депрессией у подростков

Исследователи из трех японских университетов создали образовательный курс e-Bocchi, который помогает школьникам пересмотреть отношение к одиночеству и снизить уровень депрессии. Программа, основанная на ролевых играх и изучении четырех персонажей-медведей, уже показала положительные результаты в снижении симптомов изоляции и повышении способности подростков просить о помощи.
Перевод ИИ
Текст статьи доступен на языке оригинала.
Нажмите кнопку «Перевести статью» выше, чтобы сгенерировать перевод с помощью ИИ.
Оригинальный контент
batampos – Peneliti di Jepang mengembangkan program pendidikan baru untuk membantu mengatasi kesepian dan isolasi sosial di kalangan anak. Program tersebut sekaligus dirancang untuk mengubah cara pandang siswa terhadap kesendirian.
Isolasi sosial dan kesepian pada masa remaja kerap dikaitkan dengan berbagai persoalan kesehatan mental. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko depresi, perilaku bunuh diri, serta kecenderungan menarik diri dari lingkungan sosial.
Program yang dikembangkan peneliti dari University of Tsukuba, Hirosaki University, dan Toyo Gakuen University menunjukkan hasil awal yang positif.
Baca juga: Mayoritas Anak Muda Jepang Dukung Pembatasan Medsos untuk Anak, Remaja Paling Rendah
Siswa sekolah menengah pertama yang mengikuti program tersebut mengalami penurunan gejala depresi dan peningkatan kemampuan untuk meminta bantuan ketika menghadapi persoalan.
Program itu diberi nama e-Bocchi, singkatan dari Education for Boosting Communication and Confidence for Healthy Independence. Program tersebut terdiri atas tiga sesi, masing-masing berlangsung selama 50 menit.
Dalam setiap sesi, siswa diajak memahami stigma dan sisi positif dari kesendirian. Mereka juga mempelajari pentingnya hubungan antarmanusia, cara menikmati waktu seorang diri, serta kapan dan bagaimana mencari bantuan dari orang lain.
Belajar Lewat Bermain Peran
Pembelajaran e-Bocchi dilakukan melalui berbagai aktivitas kelompok dan permainan peran yang difasilitasi guru. Program tersebut juga menggunakan sejumlah materi pendukung, termasuk video.
Untuk membantu siswa memahami konsep yang bersifat abstrak, peneliti memperkenalkan empat karakter beruang.
Salah satunya adalah Koko, karakter yang menikmati waktu sendiri tetapi tetap bersedia mencari bantuan ketika membutuhkannya. Ada pula Kodokun, karakter yang memandang kesendirian secara negatif.
Pendekatan tersebut dirancang agar siswa dapat melihat bahwa menikmati waktu seorang diri tidak selalu berarti terisolasi dari lingkungan sosial.
Dalam penelitian yang dilakukan tim peneliti, respons siswa dianalisis sebelum dan setelah program diterapkan di sejumlah sekolah menengah pertama di Jepang.
Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan gejala depresi dan perasaan kesepian setelah siswa mengikuti program. Di sisi lain, harga diri serta kemampuan untuk mencari bantuan mengalami peningkatan.
Peneliti berharap program e-Bocchi dapat tersedia secara lebih luas di seluruh Jepang sekitar tahun fiskal 2027.
Profesor Psikiatri University of Tsukuba, Hirokazu Tachikawa, mengatakan perubahan cara pandang terhadap kesendirian dapat membantu mencegah berbagai persoalan kesehatan di kemudian hari.
“Jika (siswa) dapat mengubah pandangan bahwa mereka harus bergaul dengan semua orang dan memandang kesendirian secara positif, hal ini akan membantu mencegah masalah kesehatan mental dan fisik,” kata Tachikawa.
Program tersebut diharapkan tidak hanya membantu anak menghadapi kesepian, tetapi juga membangun pemahaman bahwa mencari bantuan ketika menghadapi masalah merupakan bagian penting dari kemandirian yang sehat. (*)
Аналитика ИИ и парсинга
Технические детали обнаружения, сопоставления и связывания статьи
Поисковый запрос
«Япония программа e-Bocchi одиночество депрессия подростки»
Запрос, сгенерированный ИИ для поиска статьи в веб-источниках
Связанные результаты поиска
Вместе с ней лежат подростки, которые, по ее словам, совершали попытки самоубийства. Им по 14-15 лет. Они рассказывают ей, что конкретно с собой делали. Я, если честно, просто в ужасе.