Индонезийский Общество
06.07.2026 Читать источник
Виральный челлендж в TikTok подвергся критике за проявление эйблизма
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/aplikasi-tiktok-cdfvgbh.jpg)
Популярный тренд Tissue Challenge на платформе TikTok вызвал осуждение за использование движений и выражений лиц, имитирующих состояние людей с ограниченными возможностями. Эксперты указывают, что такая практика является формой дискриминации, основанной на стереотипах о необходимости «исцеления» или изменения людей с инвалидностью.
Перевод ИИ
Текст статьи доступен на языке оригинала.
Нажмите кнопку «Перевести статью» выше, чтобы сгенерировать перевод с помощью ИИ.
Оригинальный контент
Ragam Contoh
Apa Itu Ableisme? Kenali Arti, Contoh, dan Alasan Tissue Challenge TikTok Dikritik
Tissue Challenge yang viral di TikTok menuai kritik karena dinilai mengandung unsur ableisme. Simak pengertian ableisme, contoh, dan dampaknya
Ringkasan Berita:
- Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ableisme adalah stereotipe atau perlakuan berbeda yang ditujukan kepada orang berkebutuhan khusus atau orang yang memiliki keterbatasan.
- Sementara itu, menurut American Psychological Association (APA), ableisme merupakan bentuk prasangka dan diskriminasi terhadap penyandang disabilitas yang sering disertai anggapan bahwa mereka perlu "disembuhkan" atau diubah agar sesuai dengan standar yang dianggap normal oleh masyarakat.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Tren tissue challenge yang sempat viral di TikTok belakangan ini memicu perdebatan di media sosial.
Meski banyak pengguna menganggapnya sebagai hiburan semata, tren tersebut justru menuai kritik dari berbagai kalangan karena dinilai menampilkan gerakan dan ekspresi yang menyerupai kondisi penyandang disabilitas untuk dijadikan bahan candaan.
Fenomena ini kemudian kembali mengangkat pembahasan mengenai istilah ableisme, yakni bentuk diskriminasi yang masih kerap terjadi terhadap penyandang disabilitas, baik secara sadar maupun tidak sadar.
Sejumlah warganet menilai tissue challenge berpotensi memperkuat stereotip negatif terhadap penyandang disabilitas.
Konten semacam itu dianggap tidak hanya merendahkan pengalaman hidup mereka, tetapi juga berisiko menormalisasi perilaku yang bersifat diskriminatif di ruang digital.
• Apa Saja yang Dilarang Saat MPLS 2026? Simak Aturan Lengkap dari Kemendikdasmen
Apa Itu Ableisme?
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ableisme adalah stereotipe atau perlakuan berbeda yang ditujukan kepada orang berkebutuhan khusus atau orang yang memiliki keterbatasan.
Sementara itu, menurut American Psychological Association (APA), ableisme merupakan bentuk prasangka dan diskriminasi terhadap penyandang disabilitas yang sering disertai anggapan bahwa mereka perlu "disembuhkan" atau diubah agar sesuai dengan standar yang dianggap normal oleh masyarakat.
Secara sederhana, ableisme muncul dari pandangan bahwa kondisi fisik maupun cara berpikir orang tanpa disabilitas merupakan tolok ukur utama.
Akibatnya, penyandang disabilitas sering dipandang lebih rendah atau dianggap kurang mampu hanya karena kondisi yang mereka miliki.
Konsep ini memiliki kemiripan dengan bentuk diskriminasi lain seperti rasisme yang membedakan seseorang berdasarkan ras atau warna kulit, maupun seksisme yang mendiskriminasi berdasarkan jenis kelamin.
Bedanya, ableisme berfokus pada kondisi fisik, mental, intelektual, maupun sensorik seseorang.
Ableisme Tidak Selalu Terlihat Jelas
Dalam kehidupan sehari-hari, ableisme tidak selalu muncul dalam bentuk penghinaan secara langsung.
Banyak tindakan yang dianggap biasa ternyata dapat mencerminkan sikap diskriminatif terhadap penyandang disabilitas.
Mengutip Disability & Philanthropy Forum, berikut beberapa contoh ableisme yang sering dijumpai:
- Menggunakan istilah seperti "cacat", "autis", "gila", atau "bego" sebagai bahan ejekan maupun candaan ketika seseorang melakukan kesalahan.
- Memberikan pujian yang sebenarnya bernada merendahkan, misalnya, "Kamu kelihatan normal banget, kok bisa pakai kursi roda?"
- Berkomunikasi dengan pendamping atau anggota keluarga penyandang disabilitas tanpa berbicara langsung kepada penyandang disabilitas itu sendiri.
- Menggunakan fasilitas khusus bagi penyandang disabilitas, seperti area parkir atau jalur akses, meskipun tidak membutuhkannya.
- Gedung bertingkat, trotoar, maupun transportasi umum yang belum menyediakan aksesibilitas memadai, seperti ramp untuk pengguna kursi roda atau guiding block bagi penyandang tunanetra.
- Perusahaan yang menolak pelamar kerja hanya karena memiliki disabilitas fisik, meskipun kompetensi dan kualifikasinya sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.
• Disdik Pontianak Pastikan SPMB Gratis, Orang Tua Diminta Jangan Percaya Oknum
Аналитика ИИ и парсинга
Технические детали обнаружения, сопоставления и связывания статьи
Поисковый запрос
«ТикТок тренд Tissue Challenge критика эйблизм дискриминация людей с инвалидностью»
Запрос, сгенерированный ИИ для поиска статьи в веб-источниках
Связанные результаты поиска
Результаты поиска отсутствуют в БД
Парсер не сохранил результаты веб-поиска для этой статьи.