Индонезийский Прочее
14.08.2026 Читать источник
Историческое здание Landhuis Soedimara в Танджунг-Прейо: от резиденции Ван ден Босха до храма и полицейского казармы
/data/photo/2026/08/12/6a7c076e65b9f.jpeg)
Двухсотлетнее здание Landhuis Soedimara в Циледуге, связанное с создателем системы культурной повинности, использовалось как штаб повстанцев, место богослужений и полицейский казарма. Сейчас старинная постройка находится в упадке, но хранит важные следы колониальной истории и борьбы за независимость Индонезии.
Перевод ИИ
Текст статьи доступен на языке оригинала.
Нажмите кнопку «Перевести статью» выше, чтобы сгенерировать перевод с помощью ИИ.
Оригинальный контент
KOMPAS.com - Nama Landhuis Soedimara mungkin belum banyak dikenal, tapi bangunan tua di Ciledug, Tangerang, Banten, ini menyimpan kisah penting dari masa kolonial.
Bangunan bersejarah tersebut dikaitkan dengan tokoh yang berperan dalam sejarah awal kebijakan tanam paksa di Hindia Belanda.
Saat ini, keberadaannya semakin tergerus waktu dan nyaris hilang. Padahal, setiap bagian dari Landhuis Soedimara menyimpan jejak tentang perkebunan, kekuasaan kolonial, dan perjalanan panjang sejarah di Ciledug.
Kompas.com merangkum fakta-fakta menarik seputar Landhuis Soedimara yang belum banyak diketahui berikut ini.
Istilah landhuis dalam catatan kolonial merujuk pada rumah atau tempat tinggal pemilik tanah perkebunan.
Lokasinya di kawasan tanah partikular Sudimara membuat bangunan berjuluk "gedung tinggi" oleh masyarakat sekitar ini kemudian dikenal sebagai Landhuis Soedimara.
Bangunan Landhuis Soedimara diperkirakan berusia lebih dari 200 tahun. Hal ini dibuktikan melalui salah satu catatan peta tahun 1911 yang menunjukkan keberadaan bangunan tersebut.
Arsip perkebunan tahun 1925 juga telah menyebut gedung tersebut sebagai bangunan tua atau oude landhuis.
"Kalau misalkan tahun 1925 saja ini sudah disebut sebagai gedung tua, pasti kan umurnya sudah 100 tahun gitu pada saat itu," tutur Satria.
Satria bersama komunitas Ciledug Archives menemukan arsip yang menyebut tanah Sudimara pernah dimiliki Johannes van den Bosch, tokoh yang kemudian dikenal sebagai pencetus sistem tanam paksa (cultuurstelsel).
Pada awal abad ke-19, Van den Bosch tercatat membeli tanah di Sudimara seharga 25.000 Rijksdaalder (koin Belanda).
Ketika masih berdinas di Batavia, pengelolaan perkebunan tersebut diserahkan kepada seorang mandor China.
Lahan itu antara lain digunakan untuk pertanian padi dan pengelolaan saluran irigasi. Setelah pensiun tahun 1808, Van den Bosch disebut tinggal di area yang kini menjadi Ciledug untuk memantau langsung pengelolaan perkebunannya.
Di tempat itu pula ia membangun rumah peristirahatan atau landhuis. Van den Bosch disebut tinggal di Ciledug selama dua tahun.
Setelah itu, tanah partikular tersebut dijual dengan harga sekitar 150.000 Rijksdaalder, berkali-kali lipat jauh lebih mahal daripada harga belinya.
"Secara tidak langsung kita bisa menyimpulkan bahwa Van den Bosch, pada saat tinggal di Ciledug, dan mengelola pertanian di Ciledug itu merupakan pilot project di mana dia mendapatkan ide tanam paksa itu sendiri saat menjabat sebagai Gubernur Jenderal," ungkap Satria.
Landhuis Soedimara bertransformasi menjadi bagian dari asrama Brimob, sebelum dilebur menjadi asrama kepolisian di Ciledug, sebagaimana yang terjadi di sejumlah wilayah pinggiran kota lainnya usai era kemerdekaan tahun 1950-an.
Pada masa revolusi kemerdekaan sekitar tahun 1945, bangunan ini disebut pernah digunakan sebagai salah satu markas pemuda untuk konsolidasi dan mobilisasi pejuang.
Dari Tangerang, para pejuang disebut menggunakan lokasi itu sebagai titik transit sebelum bergerak menuju Jakarta menuju jalur Ciledug Raya dan Kebayoran.
Baca juga:
Landhuis Soedimara juga sempat digunakan sebagai tempat ibadah setiap hari Minggu, serta dimanfaatkan sebagai gedung pertemuan dan tempat kegiatan sosial warga asrama.
Merunut pada periode awal ketika bangunan tinggi ini menjadi asrama Brimob, kata Satria, mayoritas anggota Brimob saat itu berasal dari Indonesia Timur yang didominasi oleh umat Kristen.
"Jadi atas dasar itulah mereka membutuhkan tempat buat beribadah. Nah, gedung tinggi ini kemudian setiap hari Minggu ya difungsikan sebagai gereja untuk peribadatan," kata dia.
"Memang kalau untuk secara fungsi, gedung ini difungsikan sebagai gedung pertemuan. Kalau misalkan pengin digunakan sebagai venue pernikahan atau acara kegiatan-kegiatan sosial, sama pihak pengelola asrama memang diizinkan dengan beberapa catatan," sambung Satria.
Аналитика ИИ и парсинга
Технические детали обнаружения, сопоставления и связывания статьи
Поисковый запрос
«Landhuis Soedimara Танджунг-Прейо история»
Запрос, сгенерированный ИИ для поиска статьи в веб-источниках
Связанные результаты поиска
Модификация для Hearts of Iron IV, полностью переработанная по мотивам классического романа «Троецарствие». Хронология охватывает период от восстания Жёлтых повязок в 184 году до объединения царств. Что привносит этот мод?