Индонезийский Культура
13.08.2026 Читать источник
30 тысяч школьников Южного Йордана участвуют в цифровой олимпиаде по яванскому письму для интеграции в глобальный Unicode
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/30-Ribu-Pelajar-DIY-Ikuti-Olimpiade-Digital-Dorong-Aksara-Jawa-Tembus-Unicode-Global.jpg)
Правительство автономного региона Южный Йордан провело четвертую цифровую олимпиаду по яванскому языку и письму, в которой приняли участие более 29,6 тысячи школьников. Мероприятие направлено на сохранение культурного наследия и достижение стандартизации яванского алфавита в современных цифровых системах.
Перевод ИИ
Текст статьи доступен на языке оригинала.
Нажмите кнопку «Перевести статью» выше, чтобы сгенерировать перевод с помощью ИИ.
Оригинальный контент
30 Ribu Pelajar DIY Ikuti Olimpiade Digital, Dorong Aksara Jawa Tembus Unicode Global
Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui kolaborasi lintas instansi menyelenggarakan Olimpiade Bahasa dan Aksara Jawa ke-4 secara digital
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui kolaborasi lintas instansi menyelenggarakan Olimpiade Bahasa dan Aksara Jawa ke-4 secara digital mulai Agustus hingga September 2026.
Ajang yang sukses menjaring lebih dari 29.600 pelajar tingkat SMA sederajat se-DIY ini tidak hanya bertujuan melestarikan budaya di kalangan generasi muda, tetapi juga membawa misi krusial untuk menembus standardisasi sistem operasi digital global (Unicode) agar aksara Jawa dapat diaplikasikan secara sempurna di berbagai perangkat lunak modern.
Kepala Bidang Urusan Kebudayaan Paniradya Kaistimewan DIY, Nugraha Wahyu Winarna, menyatakan bahwa pelestarian bahasa, sastra, dan aksara Jawa adalah amanat langsung dari Peraturan Daerah Istimewa (Perdais) Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pemeliharaan dan Pengembangan Kebudayaan.
Langkah pelestarian ini melibatkan kolaborasi antara Paniradya Kaistimewan sebagai unsur perencana, Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan), serta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) DIY.
Nugraha juga menekankan filosofi dari Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengenai kebudayaan yang harus diwariskan secara lintas generasi.
"Ngarsa Dalem selalu paring pangandikan bahwa kebudayaan itu adalah saluran. Jadi dari tempo dulu yang merupakan sejarah, sampai nanti di masa yang akan datang, itu masuk dalam ranah kebudayaan. Sehingga kita perlu menyiapkan masa depan itu, ya para generasi muda ini. Kebanggaan kita adalah kelestarian kebudayaan kita, meskipun itu bukan menjadi bahasa yang sifatnya nasional. Tetapi saya kira penting untuk kita pelajari, kembangkan, dan lestarikan di lingkungan kita, khususnya di Yogyakarta, agar ini menjadi catatan untuk kita ke depan," ungkap Nugraha, Kamis (13/8/2026).
Baca juga: Paripurna DPRD Klaten Setujui KUA-PPAS, Pansus PD BKK dan Pemilihan Wakil Bupati Dibentuk
Nugraha menambahkan, target sasaran pelestarian ini mencakup pembiasaan penggunaan bahasa Jawa dengan segala tingkatannya, mulai dari ngoko, krama, hingga krama inggil, dalam kehidupan sehari-hari maupun di sektor pendidikan, dengan memanfaatkan fasilitas teknologi cerdas.
Di sektor pendidikan, Perencana Ahli Muda Dikpora DIY, Andita Wahyu Wijayanti, menegaskan bahwa pemanfaatan gawai dan sistem digital dalam olimpiade ini dirancang khusus untuk menghapus stigma negatif tentang budaya lokal.
Pihaknya berupaya keras agar para pelajar tidak memandang bahasa dan aksara Jawa sebagai sesuatu yang tertinggal zaman.
"Ini memang menjadi tantangan kita, bagaimana tidak meninggalkan teknologi dalam mencintai budaya ini, tetapi memanfaatkan teknologi supaya siswa semakin mengenal budayanya. Supaya tidak ada perasaan siswa yang menganggap bahwa bahasa dan aksara Jawa itu jadul. Kita menanamkan ke para siswa bahwa budaya Jawa itu bisa dibuat bernuansa modern dan mengikuti perkembangan zaman," tegas Andita.
Andita memberikan contoh nyata integrasi ini dalam pembelajaran sehari-hari, seperti penugasan dari guru kepada siswa untuk menyematkan penanda lokasi (tagging) beraksara Jawa pada platform Google Maps.
Menurutnya, hal tersebut adalah langkah strategis untuk menjadikan generasi muda sebagai agen budaya di masa depan.
Tingginya antusiasme generasi muda pada olimpiade edisi keempat ini dibuktikan dengan jumlah kepesertaan yang fantastis.
Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Guru Bahasa Jawa DIY, Sinar Indra Krisnawan, mengungkapkan bahwa penggunaan teknologi digital adalah satu-satunya jalan untuk memfasilitasi puluhan ribu peserta secara efektif.
"Kenapa kemasannya tidak secara manual? Kalau manual nanti kita kerepotan di tempat dan waktu. Akhirnya kita manfaatkan yang paling dekat dengan anak, yaitu teknologi digital. Kenapa namanya olimpiade? Karena pendaftarnya itu sudah 29.600 sekian dari tingkat SMA, SMK, dan MA se-DIY. Babak penyisihan dilangsungkan secara daring pada 1-24 Agustus, kemudian babak final akan dilaksanakan secara luring pada tanggal 9, 10, dan 11 September melalui sistem karantina selama tiga hari dua malam," papar Sinar.
Аналитика ИИ и парсинга
Технические детали обнаружения, сопоставления и связывания статьи
Поисковый запрос
«Южный Йордан цифровая олимпиада яванское письмо Unicode»
Запрос, сгенерированный ИИ для поиска статьи в веб-источниках
Связанные результаты поиска
Результаты поиска отсутствуют в БД
Парсер не сохранил результаты веб-поиска для этой статьи.